Cara Tepat Memilih Furniture Rumah

Furniture Rumah2

Ketika mendapat rumah baru, entah membeli dari orang lain atau membangun sendiri, salah satu hal yang wajib dimiliki adalah furniture. Dengan adanya furniture, maka kenyamanan akan pasti didapat. Contoh, lemari bisa menjadi tempat untuk melindungi pakaian dari debu. Tempat tidur bisa menjadi tempat untuk beristirahat dengan nyaman. Sofa sebagai tempat duduknya para tamu sekaligus bersantai sembari menonton televisi, begitupun juga untuk furniture lainnya yang mempunyai fungsi tertentu. Dengan kata lain, memiliki furniture adalah suatu keharusan karena selain memberi kenyamanan juga membuat tempilan rumah menjadi terlihat menarik. By the way, apakah Anda juga punya rencana untuk membeli furniture? Jika iya, pastikan Anda dapat memilih furniture dengan tepat. Tiga uraian di bawah ini bisa Anda aplikasikan:

Sesuaikan dengan konsep rumah

Untuk memilih furniture yang tepat, Anda perlu menyesuaikan dengan konsep rumah. Bila konsep bangunan rumah Anda lebih banyak menggunakan kayu, maka akan sangat pas jika memilih furniture klasik. Namun bila konsep rumah lebih banyak kombinasi antara kaca dan logam aluminium, maka akan sangat menarik bila memilih furniture modern atau juga futuristic. Menyesuaikan antara konsep rumah dengan furniture yang akan dibeli menjadi suatu cara untuk mendapatkan desain interior rumah yang unik dan selaras. Oleh karena itu, jadikan konsep rumah menjadi salah satu catatan dalam merencakanan pembelian furniture.

Serasikan dengan warna cat rumah

Furniture yang dibeli juga mesti diserasikan dengan warna cat rumah. Hal ini bertujuan untuk menambah kesan yang menarik dan lebih selaras. Contoh, bila warna cat rumah kolaborasi antara hijau dengan putih, maka sofa yang dipilih bisa berwarna hijau dan meja yang berwarna putih. Sementara bila cat rumah berwarna abu-abu agak putih, maka sofa atau lemarinya juga baiknya berwarna abu-abu muda. Begitu pun juga untuk desain rumah yang berwarna orange muda, pink, ungu, dan sterusnya. Namun, yang sebaiknya perlu dicatat dalam hal ini adalah warna cat rumah, ada baiknya jangan terlalu kontras karena hal tersebut dapat menimbulkan kesan suasana rumah yang gersang sehingga sangat tidak nyaman.

Cocokkan dengan ukuran ruang rumah

Salah satu hal yang membuat ruangan rumah menjadi terlihat sempit adalah ukuran furniture yang kadang tidak sesuai. Jika ukuran rumah luas, tentu tidak salah bila menggunakan furniture yang berukuran besar. Akan tetapi, bila ruangan minimalis dan furniture besar, pasti akan terkesan sempit. Oleh sebab itu, penting memilih furniture dan menyesuaikannya dengan ukuran ruang rumah. Bila rumah berukuran minimalis, sebaiknya pilih furniture yang berukuran minimalis pula, sebaliknya bila rumah berukuran luas maka disarankan untuk memilih furniture yang berukuran besar agar terkesan berisi dan tidak kosong.

Seumpama untuk rumah minimalis, Anda bisa memilih meja makan yang berukuran sedang dan memuat 4 kursi, serta lemari dapur yang juga berukuran demikian. Sementara untuk dapur rumah yang ruangannya luas, tentu bisa memilih kursi yang bermuatan 6-8 dan juga lemari dapur yang besar. Ingat, besar atau kecilnya furniture yang ingin dibeli harus disesuaikan dengan ukuran ruangan rumah supaya enak dilihat.

Memilih furniture memang harus direncanakan dengan masak-masak supaya menimbulkan kesan yang menarik dan bagus sehingga hasilnya sesuai harapan. Di samping itu, Anda juga harus membuat anggaran dengan baik agar keuangan tetap sehat, dengan cara mengetahui terlebih dahulu harga-harga furniture yang menjadi target Anda baik melalui toko furniture terdekat maupun toko online.

Memaksimalkan Pencahayaan Alami di Rumah

Memaksimalkan pencahayaan alami lebih dari sekedar menghemat biaya listrik, melainkan sedikit banyaknya dapat berkontribusi untuk meminimalisir pemanasan global yang menakutkan akibatnya. Di antaranya kekeringan, permukaan laut tinggi, peningkatkan polusi udara, peningkatan keasaman hujan, dan lain sebagainya.

Pencahayaan Alami di Rumah

Pencahayaan di dalam rumah lebih dari sekedar untuk menunjang aktivitas, melainkan untuk menciptakan kenyamanan, keamanan, serta estetika. Oleh karenanya, sistem pencahayaan di dalam rumah harus benar-benar diperhitungkan agar dapat memenuhi segala aspek yang disebutkan tadi. Kalau di malam hari, pencahayaan dari lampu pijar (lampu di mana cahayanya berasal dari arus listrik) memang satu-satunya opsi. Akan tetapi, untuk di siang hari pastikan untuk bisa memaksimalkan pencahayaan alami (sinar matahari). Dengan begitu, biaya listrik bisa dikurangi. Bagaimana cara memaksimalkan pencahayaan alami di rumah?

Gunakan skylight

Memanfaatkan skylight jadi salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan pencahayaan di siang hari. Skylight adalah atap yang terbuat dari plastik atau kaca (bisa juga dibuat layaknya jendela yang bisa dibuka untuk memaksimalkan sirkulasi udara). Pemasangan skylight sendiri bermacam-macam sebagai berikut: datar, kubah, piramida, kubah, melengkung, atau lainnya sesuai dengan keinginan. Jika tertarik memanfaatkan skylight, pastikan tingkat kemiringan antara 2 sampai 3 derajat, ketebalan kaca lebih kurang 10 mm, dan ukuran skylight tidak boleh lebih dari 5% dari area lantai di ruangan dengan kapasitas jendela yang banyak & tidak boleh lebih dari 15% dari area lantai di ruangan yang minim jendela.

Manfaatkan dinding kaca/glass block

Solusi lainnya adalah dengan memanfaatkan dinding kaca. Selain memaksimalkan cahaya matahari dari arah barat atau timur, dinding dari kaca juga bisa dimanfaatkan untuk membuat ruangan rumah terkesan lebih luas. Apabila pemandangan di sekeliling rumah sangat indah misalnya hamparan sawah, sunset, sunrise, pegunungan, atau lain sebagainya, rumah berdinding kaca sangat tepat untuk memaksimalkan pemandangan tersebut. Hanya saja, dinding rumah dari kaca agak mengumbar privasi (kegiatan di dalam rumah bisa terlihat jelas dari luar rumah. Lantas? Alternatif lain jika ingin tetap memaksimalkan pencahayaan alami di siang hari tanpa mengumbar privasi adalah dengan menggunakan glass block. Cahaya bakal masuk lewat glass block ini tapi aktivitas di dalam ruangan tidak bisa tembus pandang. Semakin banyak glass block yang digunakan, akan semakin maksimal cahaya di dalam ruangan.

Perbanyak jendela

Selain dimanfaatkan untuk memperlancar sirkulasi udara, jendela pun bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan pencahayaan alami di siang hari. Makanya, sebelum membangun rumah pastikan untuk memperhitungkan tata letak jendela sekaligus jumlahnya agar sinar matahari bisa masuk. Sinar matahari yang masuk dengan leluasa melalui jendela lebih dari sekedar meminimkan penggunaan listrik di siang hari melainkan mencegah rumah jadi lembab. Telah diketahui kalau rumah lembab itu dapat mempermudah munculnya jamur. Perabot cepat rusak, aroma tidak sedap, tembok & plafon kotor, & berbagai penyakit bisa dirasakan akibat jamur tersebut.

Manfaatkan cermin

Pada dasarnya, tidak semua ruangan di dalam rumah bisa menerima cahaya matahari. Terkadang sebagian orang ambil langkah mudah yakni memberikan lampu pijar pada ruangan tersebut. Sebetulnya, masih ada opsi lain untuk membuat ruangan tersebut terang dengan bantuan cahaya alami. Benarkah? Bagaimana caranya? Dengan memanfaatkan cermin. Cermin tidak hanya menjadi media untuk melihat duplikat diri serta memberikan kesan ruangan menjadi lebih luas, melainkan dapat membuat ruangan mendapatkan cahaya alami dari sinar matahari. Cermin bisa diletakkan di posisi strategis yang terkena sinar matahari. Cermin tersebut kemudian bakal memantulkan cahaya matahari ke ruangan yang dituju (tidak terkena sinar matahari).